MUARA BUNGO – Seperti tidak pernah kapok, meskipun pernah mendapatkan sanksi namun pihak PT Bungo Makmur Abadi (BMA) masih saja membuang limbah ke sungai Batang Senamat.
Mesti belum memiliki Standar Laik Operasi (SLO) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), PT BMA kedapatan membuangan limbah pada siang hari. Hal ini diketahui ketika warga melakukan penyisiran sungai batang senamat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, sejumlah warga memergoki adanya aliran cairan yang diduga limbah mengucur deras dari arah area perusahaan menuju sungai, pada Selasa 6 Oktober 2016, sekitat pukul 15.30 WIB.
Peristiwa tersebut bahkan sempat direkam dalam sebuah video. Dalam rekaman itu terlihat cairan mengalir melalui pipa berukuran besar yang diduga berasal dari kolam penampungan limbah dan bermuara langsung ke aliran Sungai Batang Senamat.
“Memang berani nian perusahaan ni, Bang. Dak pernah-dak pernahnyo siang-siang hari mereka buka keran pipa limbah tu. Biaso malam hari. Memang dak sehitam sebelumnyo, tapi baunya masih menyengat, Bang,” ungkap BG, salah seorang sumber yang meminta identitasnya disamarkan, Selasa (6/10/2026).
Menurut BG, persoalan ini bukan pertama kali terjadi. Warga, kata dia, sebelumnya juga telah beberapa kali mendapati dugaan pembuangan limbah dari aktivitas perusahaan ke arah sungai.
Ironisnya, Sungai Batang Senamat masih dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Dusun Senamat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan mencuci.
“Puluhan warga, termasuk ibu-ibu yang biasa mandi dan mencuci di Sungai Batang Senamat, mengalami gatal-gatal. Kami menduga ini akibat limbah dari PT BMA,” ujarnya.
Tidak terima atas ulah PT BMA yang sudah berulang kali ini, kemudian ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di pabrik PT BMA pada Rabu, (7/10/2026). Pada aksi ini warga meminta PT BMA untuk bertanggungjawab.
“Kami berharap DLH dan dinas terkait jangan menunggu masalah ini semakin parah. Kalau terbukti melanggar, kami berharap ada tindakan tegas sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat terus yang menjadi korban,” tegas BG.
Tak hanya persoalan limbah, maasa juga menyebutkan bahwa selama ini banyak keluhan warga yang tidak mendapatkan respon dari pihak PT BMA lantaran tidak memiliki Humas.
“Yang pertama sekali limbah, pencemaran terhadap sungai kami. Warga kami mengalami gatal-gatal. Kedua ada informasi tidak ada Humas. Kalau memang tidak ada Humas, kami selama ini selaku masyarakat mengadukan keluhan kami tidak ada direspon,” tambahnya.
Keluhan warga ini dijawab langsung oleh Direktur PT BMA, Novi. Kata dia, selama pabrik brondolan kelapa sawit ini berdiri, pihaknya belum mendapatkan orang yang cocok untuk menduduki jabatan Humas.
“Menanggapi pertanyaan bapak tadi, bapak bicara masalah Humas ya. Di sini saya mohon maaf sebelumnya, memang Humas selama satu tahun berdiri ini saya belum mendapatkan yang cocok untuk jadi Humas,” kata Novi.
Jawaban dari Direktur PT BMA ini sontak membuat warga menerikkan kata “Tutup”. Namun begitu, Novi tetap mengatakan bahwa pihaknya sedang mencari siapa warga yang cocok untuk dijadikan Humas.
Aksi demo yang dimulai pukul 10.00 WIB akhirnya berakhir pada pukul 14.00 WIB. Kini masyarakat menantikan komitmen PT BMA untuk tidak membuang limbah ke sungai dan segera mencarikan Humas agar masyarakat bisa mengadukan berbagai keluhan.(tim)

























