Pemasangan Bailey Terkesan Lambat, Miftahul Iklas Minta Pihak BPJN Lebih Serius

MUARA BUNGO – Pemasangan jembatan darurat (Bailey) pada jalan lintas sumatra Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan yang terputus akibat amblas terkesan lambat.

Meskipun material sudah sampai di lokasi pada Minggu (2/3/2025) malam, namun hingga Senin (3/3/2025) malam belum juga selesai.

Dari pantauan dilapangan, kontruksi jembatan baru dirakit sekitar 30 persen. Pengerjaan ini juga tidak dilakukan selama 24 jam. Padahal banyak kendaraan yang terjebak kemacetan.

Miftahul Iklas salah satu tokoh pemuda Kabupaten Bungo meminta kepada pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) agar lebih serius untuk menangani permasalahan ini.

“Yang putus ini jalan nasional. Banyak kendaraan yang terjebak. Sementara untuk jalan alternatif tidak ada yang dekat. Jadi kendaraan besar terpaksa harus menunggu,” ujar Miftahul.

Menurut Miftah, pengerjaan jembatan tersebut harusnya siang malam atau 24 jam nonstop. Jika pemasangannya lama, maka dampaknya akan cukup besar.

“Jika lama, perusahan bus dan truk akan mengalami kerugian. Kemudian, pengiriman sembako dan barang penting lainnya ke wilayah Sumatra Barat maupun Jambi akan terganggu,” kata Miftah.

Miftahul berharap jembatan darurat ini dapat segera dipasang. Sehingga kendaraan yang sudah terjebak macet bisa diperbolehkan untuk melintas.(cr)

Komentar