Gunakan Pesawat Tua, Aprizal Minta Pemkab Bungo Hadirkan Maskapai Lain

MUARA BUNGO – Pesawat yang digunakan oleh maskapai penebangan Nam Air melayani rute Bungo – Jakarta ternyata sudah uzur atau sudah tua.

Dikutip dari beberapa sumber, maskapai Nam Air ini menggunkan pesawat jenis boing 737 – 500. Pesawat ini diproduksi mulai dari tahun 1984 sampai tahun 2000.

Melihat tahun produksi pesawat boing 737 – 500 yang digunakan oleh maskapai Nam Air ini, artinya usia pesawat yang paling muda saat ini berusia 25 tahun.

Terkait tuanya usia pesawat ini, mendapat komentar dari berbagai pihak. Salah satunya ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Padams, Aprizal, S.Sos.

“Saya juga baru tahu kalau usia pesawat Nam Air ini sudah 25 tahunan. Mestinya pesawat setua ini tidak lagi digunakan,” sebut Aprizal, Kamis (25/9/2025).

Melalui media ini, Aprizal meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo agar berusaha menghadirkan maskapai lain yang armadanya jauh lebih muda untuk melayani rute Bungo.

“Meskipun tidak ada batasan usia untuk sebuah pesawat bisa terbang, namun semangkin tua usia sebuah pesawat maka akan semakin tinggi resiko terjadinya kecelakaan,” ujar Aprizal.

Jika Pemkab Bungo bisa menghadirkan maskapai lain, kata Afrizal, masyarakat bisa memiliki pilihan. Selain itu, juga tidak lagi terjadi monopoli harga tiket seperti saat ini.

“Kalau ada saingan maskapai pasti harga tiket juga bersaing. Begitu juga dengan unit pesawatnya, mungkin mereka bersaing dengan tahun yang lebih muda,” sebut Aprizal.

Aprizal juga menyayangkan Kementrian Perhubungan yang tidak memberikan batasan usia pada pesawat terbang. Sementara untuk angkutan darat seperti bus diberikan batasan.

“Bus pariwisata dibatasi usianya cuma sampai 15 tahun. Sementara bus reguler dibatasi sampai 25 tahun. Ini pesawat yang lewat udara masak tidak dibatasi usianya,” tutup Aprizal.(tim)

Komentar