PETI di Wilayah Bandara Masih Terus Berlangsung, APB Minta Polda Jambi Untuk Turun Tangan

MUARA BUNGO – Polres Bungo dinilai tak mampu untuk memberantas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bandara Bungo. Hal ini disampaikan oleh Riski Ananda ketua Aliansi Peduli Bungo (APB).

Riski menyebutkan saat ini seakan ada pembiaran yang dilakukan oleh aparat. Padahal, aktivitas ilegal ini berada di wilayah Objek Vital Nasional dan dapat dilihat langsung karena keberadaannya di pinggir jalan menuju Bandara Bungo.

“Kami menilai Kapolres Bungo sudah gagal dalam melakukan pemberantasan PETI, khususnya di kawasan Bandara Muara Bungo. Ada Apa dengan Kapolres Bungo?,” ujar Riski, Sabtu (12/9/2026).

Riski juga menyebutkan bahwa penindakan terhadap PETI tidak boleh berhenti sebatas razia, penyisiran lokasi, atau penghentian aktivitas untuk sementara. Menurutnya, aparat penegak hukum harus membongkar rantai aktivitas PETI secara menyeluruh.

“Harus diusut juga mulai dari pemodal, pemilik alat berat, operator, hingga pihak-pihak yang diduga membeli atau menampung hasil tambang ilegal,” sebutnya.

Kata Riski, jika yang ditindak hanya pekerja di lapangan, sementara pemodal dan aktor di belakangnya tidak disentuh, maka PETI akan terus berjalan. Hari ini ditertibkan, beberapa hari atau minggu kemudian muncul lagi dengan alat baru.

“Seharusnya kita juga malu. Disaat pejabat ataupun orang luar mendarat di Bungo, aktivitas dan kerusakan lingkungan akibat PETI pertama kali pemandangan yang kita saksikan,” sebutnya.

Jika memang Polres Bungo tak mampu, Riski juga meminta Polda Jambi tidak tinggal diam. Jika penanganan di tingkat Polres Bungo dianggap belum efektif, maka Polda Jambi dinilai perlu mengambil alih dan operasi penindakan secara langsung di kawasan tersebut.

“Kami menilai Polres Bungo jelas sudah belum mampu, kami minta Polda Jambi turun tangan. Jangan sampai persoalan PETI di kawasan Bandara Muara Bungo ini terus terjadi tanpa ada penyelesaian yang nyata,” katanya.(tim)

Komentar