MUARA BUNGO – Keberadaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Bandara Muara Bungo ternyata sudah lama dikeluhkan oleh pihak pengelola Bandara. Persoalan ini bahkan beberapa kali dilaporkan.
Sony, PLT Kepala Bandara Bungo ketika dikonfirmasi menyebutkan bahwa selain kepada pimpinan, pihaknya juga sudah berulangkali menyampaikan hal ini kepada Pemerintah Kabupaten Bungo.
“Kami bisanya cuma melaporkan aktivitas PETI, karena kita tidak bisa melakukan penindakan. Selain dengan Bupati, kita juga sudah melaporkan hal ini kepada Aparat Penegak Hukum (APH),” ujar Sony, Senin (14/9/2026).
Sony juga mengakui, selain berada di dekat embung bandara, aktivitas PETI juga beroperasi beberapa meter dari pagar landasan pacu bandara.
“Meskipun dilakukan razia tindak lanjut dari laporan kita, namun PETI tetap kembali beraktivitas tidak lama setelah razia dilakukan. Selalu seperti ini,” ujarnya.
Sony juga menyebutkan, jika keberlangsungan PETI di wilayah bandara ini terus terjadi dan mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan, maka aktivitas bandara bisa saja dihentikan.
“Jika terus dibiarkan nantinya aktivitas PETI ini dapat mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujarnya.
Lantas apakah benar aktivitas ilegal di wilayah bandara tersebut diduga dibackup oknum aparat? Pertanyaan ini dijawab secara diplomatis oleh Sony.
“Saya tidak bisa menjawab hal tersebut. Saya rasa kawan-kawan media yang lebih paham soal itu. Bahasa dari luar itu sudah dari dahulu ada oknum-oknum itu,” pungkasnya. (tim)

























