Diduga Oknum Petugas PDAM Sarolangun Manipulasi Pembayaran Air  

 

SAROLANGUN – Selain masih kurang baiknya layanan ketersediaan penyaluran air. PDAM Tirta Sako Batuah, Sarolangun juga masih kurang teliti dalam hal administrasi, pasalnya, masih ada oknum petugas yang diduga bermain untuk pembayaran tangihan air.

Hal tersebut, diketahui dari salah satu konsumen PDAM Tirta Sako Batuah, Sarolangun bernama Rikky, saat bertemu dengan wartawan Britaku.id belum lama ini.

Rikky mengungkapkan kekecewaannya kepada media online Britaku.id atas foto di aplikasi PDAM bukan foto amper miliknya, melainkan foto amper milik orang lain dengan tangihan yang cukup lumayan besar.

“Saya mulai menaruh kecurigaan,karna tagihan air yang setiap bulannya terus meningkat. Awalnya,pada bulan Maret tahun 2023 lalu, salah satu petugas Kantor PDAM Sarolangun mendatangi rumah saya yang berada di kawasan Pasar Atas, kemudian mengatakan bahwa, amper air milik saya mengalami kerusakan dan harus diganti,” Cerita Rikky saat bertemu dengan media online ini.

Kemudian lanjut Rikky, tentu sebagai konsumen yang tidak paham akan kerusakan, mengiyakan apa yang di jelaskan oleh petugas PDAM tersebut.

“Nanti kalau sudah di ganti, tagihan air abang akan turun untuk bulan depan, kalau biasanya berkisaran 300 ribuan, akan turun menjadi 150 ribu,”kata Rikky menirukan ucapan petugas PDAM Sarolangun kala itu.

Namun memasuki bulan berikutnya, lanjut Rikky bercerita, tagihan tetap pada nominal sebelumnya di angka 300 ribuan. Hal itu, tentu langsung di protes Rikky dengan mendatangi kantor PDAM Tirta Sako Batuah. Alhasil, tagihan bisa turun menjadi sekitar Rp.160 ribuan.

“Karna saya sudah sampaikan protes saat itu tidak ada jawaban yang memuaskan, akhirnya saya tidak melakukan pembayaran tangihan PDAM lagi. Sebab, menurut saya, ada kecurangan pada petugas, karna ketika pelanggan protes, tangihan kok bisa diturunkan, kemudian, foto amper diaplikasi, berbeda dengan yang ada pada tangihan,”jelasnya.

Pada hari Selasa, (08/08/2024) lalu, kata Rikky, dirinya mendapat surat dari pihak PDAM Tirta Sako Batuah, untuk bisa hadir ke kantor PDAM Kabupaten Sarolangun, dengan perihal mediasi karena tunggakan pembayaran selama 6 bulan yang belum di selesaikan

“Hasil dari mediasi tersebut, tidak mendapatkan jalan keluar, karena saya merasa data yang ada di PDAM itu bukanlah milik saya, karena foto amper di aplikasi bukanlah foto amper saya,”ungkapnya.

Terkait persoalan tersebut, Sargawi Direktur PDAM Tirta Sako Batuah, saat dikonfirmasi perihal ketidak cocokan data di aplikasi pelanggannya tersebut mengatakan, bahwa pihaknya mengakui adanya kelalaian dari pihak PDAM. Namun demikan, kelalaian tersebut tidak semerta merta seluruhnya pada pihak PDAM.

“Kami akui adanya kelalaian, tapi tidak seluruhnya ada pada PDAM, karna pelanggan yang bersangkutan tidak berhubungan ke Kantor, hanya pada oknum petugas dilapangan,”ungkapnya

Dijelaskan Sargawi, untuk prosedur pergantian Barometer, jika diganti harus ada berita acara pergantian.

“Pelanggan ini mengganti Barometer melalui petugas pembaca meter, cuma memang petugas pembaca meter tidak melaporkan, dan yang bersangkutan juga tidak melaporkan ke kantor PDAM,”terangnya.

“Kalau kita tarik benang masalah ini, dari bulan maret tahun 2023 sampai bulan Juli 2024, sudah sampai di angka 762 kubik air yang di pakai, 762 Kubik di bagi 16 bulan pemakaian itu menjadi 47 kubik air Perbulan, dikali 7.000 rupiah perkubik ditambah uang tunggu amper sebesar Rp. 30.000, menjadi kisaran Rp. 359.000/bulan,”jelas Sargawi.

Sebab katanya, Amper yang digunakan pelanggan tersebut jenis amper berniaga kecil, bukan tarif amper air untuk rumah tangga.

“Berdasarkan data yang ada, saya siap bertanggung jawab. Karena dalam hal ini tidak ada pihak yang dirugikan, karena air memang di pakai, kecuali air tidak dipakai, timbul tagihan sebesar itu,”ujarnya.

Persoalan ini lanjut Sargawi, karena tidak ada ketahuan dan kurangnya Informasi petugas di jalan, sehingga tidak ada evaluasi data, bukan karna unsur kesengajaan, sehingga timbulnya Kesalah pahaman.

“Untuk langkah selanjutnya, kami akan adakan mediasi lagi, Pihak PDAM akan kembali menyurati konsumen tersebut untuk penyelesaian perihal masalah ini,” tandasnya.(DA)

Komentar