MUARA BUNGO – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bungo akan digelar pada September 2024 nanti. Saat ini beberapa nama tokoh sudah mulai muncul kepermukaan.
Reknowiliandi, S.I.P salah satu pengamat politik menyebutkan tokoh yang mulai muncul saat ini berasal dari beberapa wilayah. Jika bicara dari wilayah Jujuhan, ada nama Jumiwan Aguza yang dianggap berpotensi.
“Jumiwan Aguza sudah layak, sebagai ketua partai dapat kita saksikan pada Pileg kemarin ia cukup sukses. Jika ingin maju, ia tidak terlalu bergantung lagi dengan partai lain. Pasalnya, jumlah kursi Nasdem Bungo sudah cukup untuk mendukung ,” ujar Reknowiliandi.
Selain sudah memiliki modal partai, kata Reknowiliandi, secara finansial Jumiwan Aguza juga tidak perlu diragukan lagi. Dengan demikian, ia cukup mencari calon wakil yang potensial, mekipun tidak memiliki dukungan dari partai politik lain.
“Kalau kita melihat hari ini, Jumiwan cukup mencari calon wakil yang potensial. Misalnya berasal dari tokoh jawa, ataupun tokoh lainnya ,” sebut alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Andalas ini, Senin (4/3/2024).
Selain itu, kata Reknowiliandi, ada nama Maidani yang cukup besar saat ini. Tokoh dari Batang Bungo ini juga dianggap layak untuk maju. Terlebih, ia baru saja sukses mengantarkan adiknya untuk duduk di DPRD Bungo dengan raihan suara terbanyak di dapilnya.
“Saya rasa Maidani punya kedekatan dengan partai Gerindra. Jika ia mendapat restu dari Gerindra, artinya ia sudah memiliki modal 5 kursi di DPRD. Jika ingin maju nomor satu, ia cukup mencari wakil dengan dukungan partai sebanyak 2 kursi ,” jelasnya.
Tak hanya itu, menurut Reknowiliandi ada dua nama besar lainnya yang juga patut diperhitungkan. Dua nama tersebut yakni Ria Mayang Sari dan Martunis. Kedua nama ini juga sudah penya pegalaman yang cukup matang di legislatif.
“Ria Mayang Sari harus diperhitungkan. Selain saat ini masih menjabat sebagai anggota DPD RI, ia juga pernah menjadi ketua DPRD Bungo. Bicara dukungan finansial, saya rasa kita juga tidak perlu ragu ,” sebutnya.
Untuk Martunis, lanjut Reknowiliandi, ia cukup mewakili tokoh dari Pelepat. Selain itu, jika ia memiliki restu dari parta PAN setidaknya ketua PAN Bungo ini sudah punya modal partai PAN dengan perolehan jumlah kursi sebanyak 4 kursi.
“Jika memiliki modal 4 kursi, artinya Martunis yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bungo ini tinggal mencari pasangan dengan dukungan cukup 3 kursi. Tinggal lagi ia memiliki keinginan nomor satu atau nomor dua ,” sebutnya.
Selain empat nama yang sering muncul ke permukaan tersebut sebenarnya ada juga tokoh lain yang dianggap layak. Meskipun tokoh tersebut belum menyatakan sikap dan mendapat dukungan dari partai politik, namun ia sudah memiliki pengalaman yang cukup besar.
“Ada nama Dedi Putra, tokoh yang berasal dari Batang Bungo ini juga sudah memiliki pengalaman di legislatif. Kemudian ada Ridwan Is, mantan Sekda Bungo ini sudah punya pengalaman yang banyak dibidang pemerintahan ,” jelasnya lagi.
Selain tokoh lokal, menurut Reknowiliandi juga ada tokoh Bungo keturunan Jawa, Medan, Sumbar dan juga Tionghua yang sebenarnya memiliki potensi maju di Pilkada Bungo. Meskipun tokoh tersebut belum ada menyatakan sikap.
“Tokoh Jawa ada Safrudin Dwi Apriyanto. Ia sudah memiliki pengalaman dua periode sebagai wakil Bupati Bungo, dan juga pernah menjadi anggota legislatif. Jadi saya rasa Apri juga layak maju sebagai calon Bupati ,” sebutnya.
Jika bicara tokoh keturunan Medan, ada nama Marwansyah Putra Siregar yang juga dinilai layak. Mantan ketua umum Hipmi Bungo ini juga sudah berpengalaman di legislatif. Dimana saat ini ia masih menjabat sebagai anggota DPRD Bungo.
“Jika bicara tokoh Bungo asal Tionghua, ada nama Apin yang dianggap layak. Dengan kesuksesannya sebagai pengusaha, maka kita tidak ragu untuk dukungan finansial jika seandainya ia ingin maju ,” sebunya.
Terakhir, Reknowiliandi menyebutkan ada nama Harifar Syafar yang dianggap layak bertarung dalam kontestasi lima tahunan ini. Tokoh Bungo keturunan Minang ini dianggap layak karena pengalaman dan kedekatannya dengan calon presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Jika kita mau berbicara realistis, Harifar Syafar layak untuk maju. Kedekatannya dengan Prabowo Subianto bisa menjadi nilai lebih. Artinya jika ia terpilih menjadi Bupati atau Wakil Bupati, ia bisa menjuluk lebih dana APBN. Artinya Bungo tidak hanya bergantung pada APBD saja ,” sebutnya.
Meskipun ada kelebihan dan kekurangan dari para tokoh yang disampaikannya, menurut Rekbowiliandi semua tokoh tersebut merupakan putra putri terbaik Kabupaten Bungo yang layak diperhitungkan.
“Semuanya layak, tapi mungkin ada yang mau maju dan ada yang tidak. Bagi yang ingin maju juga harus ada mengalah menjadi wakil, dan ada yang maju untuk nomor satu. Namun, penentu kemenangan, tetap ada ditangan masyarakat Kabupaten Bungo ,” tutupnya.(cr)
























