Kecewa Terhadap Sekolah, Orang Tua Murid Minta Dinas Pendidikan Memberikan Sanksi

MUARA BUNGO – Sayuti orang tua siswa korban penganiayaan di Sekolah Menengah Pertama Negri (SMP N) 1 Muara Bungo merasa kecewa terhadap pihak sekolah.

Sayuti menyebutkan hingga saat ini pihak sekolah terkesan lepas tangan terhadap kejadian yang menimpa anaknya. Atas dasar itulah ia menempuh jalur hukum.

“Mestinya orang tua di sekolah itu gurunya. Jika ada masalah mestinya guru yang menyelesaikan dengan mencari solusi terbaik, bukannya lepas tangan ,” ujar Sayuti, Senin (25/3/2024)

Sejak kasus penganiayaan yang terjadi pada satu bulan lalu tersebut, pihaj sekolah belum pernah berupaya mempertemukan kedua belah pihak untuk berdamai.

“Pihak sekolah cuma pernah memanggil pelaku dan korban sendiri – sendiri. Makanya tidak ketemu solusinya. Hingga saat ini kelurga pelaku juga belum pernah datang menemui kami untuk minta maaf ,” ujar Sayuti.

Selain tidak ada upaya, kata Sayuti salah satu guru SMPN 1 Muara Bungo justru berkomentar tak baik di media sosial. Guru bernama Septi Wulandari berkomentar jika korban ingin tenang agar dipindahkan dari sekolah.

“Malah anak saya yang disuruh pindah oleh salah satu guru. Mestinya tenaga pendidik tidak seperti itu. Apa lagi hal itu disampaikannya pada media sosial yang bisa dilihat siapa saja ,” jelasnya.

Dengan tidak adanya upaya dari pihaj sekolah ini, Sayuti meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo serta Pemerintah Kabupaten Bungo untuk memberikan saknsi tegas terhadap pihaj sekolah.

“Saya meminta Pemerintah Kabupaten Bungo serta Dinas Pendidikan untuk mencopot kepala sekolahnya. Saya menilai kepala sekolahnya sudah gagal karena tidak bisa menyelesaikan permasalahn ini ,” pintanya.

Terkait hal ini Kepala Sekolah SMP N 1 Muara Bungo, Tarmizi belum bisa dikonfirmasi. Meskipun sudah dihubungi melalui pesan whatshap namun Tarmizi belum memberikan jawaban. (cr)

Komentar