Status Siaga Darurat Pemkab Sarolangun Bentuk Satgas Karhutla

SAROLANGUN – Hingga memasuki bulan Agustus 2024 ini, musim kemarau masih melanda Provinsi Jambi. Kondisi ini menyebabkan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di beberapa titik di Kabupaten Sarolangun.

Setidaknya hingga tanggal 30 Juli 2024 yang lalu ada 117 titik api (Hotspot) terpantau di Sarolangun.  Hal ini dikatakan PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri, usai rapat Lintas Sektoral Persiapan Pilkada Kabupaten Sarolangun 2024, di hotel Nafity Sarolangun, Selasa, 30 Juli 2024 yang lalu.

Menurutnya  saat ini Pemkab Sarolangun telah menetapkan status Karhutla di kabupaten Sarolangun di posisi siaga darurat, sebab menurutnya pada bulan Juli saja, tercatat ada sebanyak 117 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu, saat ini Pemkab Sarolangun sedang gencar melakukan antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sarolangun, terutama daerah gambut yang menjadi lokasi rawan kebakaran lahan.

Selain itu, sebagai upaya antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, Pemkab Sarolangun telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang menangani masalah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sarolangun.

“Terkait Karhutla ini, sudah jadi atensi Pemkab, kita sudah bentuk Satgas Karhutla untuk koordinasi mengatasi adanya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, PJ Bupati juga menghimbau kepada masyarakat Sarolangun agar di musim kemarau ini, tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sarolangun, Solahudin Nopri, melalui Zulkarnain, selaku Sekretaris BPBD Kabupaten Sarolangun, menyebutkab bahwa dari 117 hotspot yang terpantau saat ini, luas lahan yang terbakar sebanyak 95,20 hektar.

Jumlah lahan yang terbakar tersebut terdiri dari lahan gambut 61,80 hektar dan lahan mineral 33,40 hektar. Sementara terkait sebaran daerah hotspot yang terpantau, pihaknya belum bisa menyebutkan karena Satgas masih mengsinkronkan data di lapangan. (Da)

Komentar