MUARA BUNGO – Dosen cantik Institut Adminitrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAK SS) Muara Bungo ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang berada di Perumahan Al Kautsar, Dusun Sungai Mengkuang.
Dosen berinisial E ini ditemukan oleh rekan dan juga warga setempat setelah tak ada kabar selama satu hari. Mayat korban ditemukan dalam keadaan terbujur di atas tempat tidur dengan posisi terlentang, Sabtu (1/11/2025) siang.
“Kami curiga karena tidak ada kabar dari korban. Saat kami berusaha mengintip kedalam rumah dari pintu belakang, ternyata pintunya tidak terkunci,” ujar salah satu rekan korban.
Begitu rekan korban masuk, ternyata korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Selanjutnya warga setempat langsung menghubungi pihak kepolisian.
“Kami lihat perhiasan korban sudah tidak ada lagi. Begitu juga dengan mobil korban sudah terlihat lagi. Kata warga setempat dibawa seseorang pada Jumat malam,” sebut rekan korban.
Setelah mendapat laporan, pihak kepolisian langsung datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya jasad korban dibawa ke RSUD H Hanafie untuk di visum.
Dokter RSUD H Hanafie Muara Bungo Sepriadi yang melakukan visum terhadap jasad korban menyebutkan dari hasil pemeriksaan ditemukan dugaan tanda kekerasan.
“Kami menemukan adanya tanda kekerasan seperti benjolan di kepala, lebam di bagian wajah, serta lebam di bagian bahu dan leher,” ujar Sepriadi, Sabtu (1/11/2025) malam.
Sepriadi juga menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan juga ditemukan cairan diduga sperma pada celana dalam serta kemaluan korban.
“Dugaan sementara cairan itu sperma, namun untuk memastikan cairan itu sperma wajib melalui pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Sepriadi.
Terkait waktu kematian korban, Sepriadi menyebutkan diduga korban meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum jasad korban ditemukan.
“Dugaan kita meninggal sekitar 12 jam sebelum jasad korban ditemukan. Hal ini dikarenakan saat diperiksa masih mengalir darah hitam dari hidung korban,” jelasnya.
Sepriadi juga menyebutkan tidak pernah memberikan komentar pada beberapa media terkait adanya dugaan kekerasaan seksual sebelum korban dibunuh.
“Saya tidak pernah memberikan pernyataan korban mengalami kekerasan seksual sebelum dibunuh. Jadi saya meminta kawan – kawan untuk menulis sesuai apa yang saya sampaikan,” pintanya.(tim)
























